Kata Pengantar
Pada saat menjelang OVULASI (lepasnya sel telur dari indung telur), lendir leher rahim akan
mengalir dari vagina bila perempuan berdiri atau berjalan.
Pengamatan lendir dapat dilakukan dengan cara berikut:
-
Merasakan
perubahan rasa pada vulva di sepanjang hari.
-
Melihat lendir secara langsung pada
waktu-waktu tertentu.
Hasil pengamatan ini harus dicatat pada malam harinya.
Catatan itu akan menunjukkan pola kesuburan dan pola ketidaksuburan.
POLA SUBUR adalah pola yang terus berubah, sedangkan POLA DASAR TIDAK SUBUR (PDTS)
adalah pola yang (sama sekali) tidak berubah. Kedua pola ini mengikuti pola hormon yang mengontrol
kelangsungan hidup sperma dan pembuahan, dan dengan demikian akan memberikan informasi yang bisa
diandalkan untuk mendapatkan atau menunda kehamilan.
Pertama-tama, perlu diketahui tentang anatomi sistem reproduksi perempuan.
Bagian-bagian yang paling pokok diperlihatkan pada Gambar 1:
-
Rongga rahim tempat bayi akan berkembang di dalamnya selama 9 bulan;
-
Leher rahim (cervix) memproduksi lendir yang menjaga jawab atas kelangsungan hidup
dan kesehatan sel-sel sperma;
-
Vagina; Kantong-kantong Shaw;
-
Alat kelamin bagian luar (vulva) yang merasakan lendir ketika mengalir
keluar dari vagina;
-
Kedua indung telur (ovarium) yang mengandung sel-sel telur. Folikel-folikel
(gelembung yang berisi sel telur) dalam indung telur menghasilkan hormon-hormon
yang menunjang jawab atas pertumbuhan endometrium dalam proses persiapan
kehamilan. Hormon-hormon tersebut tidak hanya mengaktifkan kelenjar-kelenjar
leher rahim yang memproduksi lendir, tetapi juga mengakibatkan perubahan-perubahan
lain selama siklus yang menyangkut fungsi vagina dan saluran telur.
Back
to Top
Syarat-syarat kesuburan adalah sebagai berikut:
-
Ovulasi yang memuaskan;
-
Saluran telur yang sehat sehingga memungkinkan pertemuan sel-sel sperma dengan
sel telur. Saluran ini akan memberi gizi dan membantu embrio untuk menempuh
perjalanan sampai ke rongga rahim dan mengadakan implantasi;
-
Selaput dinding rahim yang sehat bagi proses implantasi;
-
Fungsi leher rahim yang memadai untuk menghasilkan lendir yang melancarkan
perjalanan sel-sel sperma sehat sampai saluran telur;
-
Keharmonisan hubungan antara suami-istri yang menunjang pembuahan.

Gambar 1. Organ-organ reproduksi perempuan.
Pencatatan Harian
Pencatatan harian yang berisi hasil-hasil pengamatan yang dilakukan pada vulva
sangat menentukan untuk memahami Metode Ovulasi Billings. Pencatatan tanda-tanda
yang paling subur yang terlihat sepanjang hari itu dilakukan pada malam harinya.
Catatan siklus pertama yang harus segera dimulai biasanya dilakukan selama
2-4 minggu, dan dalam jangka waktu tersebut suami-istri perlu menghindari semua
kontak alat kelamin agar hasil pengamatan mereka tidak keliru dengan sekresi yang
ditimbulkan oleh hubungan seksual atau kontak alat kelamin.
Hasil pencatatan ini menjadi informasi bagi suami dan memberi kesempatan kepada
suami-istri untuk berkomunikasi serta mengambil keputusan bersama untuk melakukan
hubungan seksual atau tidak. Pemeriksaan bagian dalam vagina tidak boleh dilakukan
karena dapat menimbulkan kebingungan. Untuk mencatat hasil pengamatan, digunakan
stiker-stiker berwarna atau simbol-simbol, dan dibawah setiap stiker tersebut
(jika perempuan tersebut tidak buta hruf), dituliskan satu atau dua kata yang
menjelaskan rasa pada vulva dan sifat lendir.
Sebuah pertanyaan untuk membantu perempuan yang merasa kebingungan adalah bagaimana
dia mengetahui awal haid (menstruasi). Dia pasti segera mengakui bahwa dia merasa
basah dan melihat pendarahan pada vulva. Peristiwa ini dicatat dengan stiker warna
merah atau simbol
(Gambar 2).
Sama dengan pencatatan pada masa menstruasi, pada hari-hari selanjutnya
semua pengamatan tentang rasa pada vulva dan sifat lendir juga dicatat. Pada
hari-hari berikutnya, seorang perempuan dengan mudah akan mengenali pola kesuburan
dan ketidaksuburan sesuai dengan pola lendirnya sendiri.
Gambar 2. Menstruasi dicatat dengan stiker merah atau simbol .
|
 |
| Stiker |

|

|

|

|

|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Simbol |

|

|

|

|

|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| Rasa
Sifat
Lendir |
basah |
basah |
basah |
lengket |
kering |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Back
to Top
Setelah menstruasi, leher rahim akan tertutup oleh gumpalan lendir kental dan
pekat yang berfungsi mencegah perjalanan sel-sel sperma memasuki leher rahim
serta berfungsi melindungi tubuh dari infeksi. Sel-sel sperma yang masih berada
dalam vagina segera akan kehilangan kemampuan untuk membuahi sel telur dan
dihancurkan oleh sel-sel di sekelilingnya.
Pada tahap ini, kedua indung telur beristirahat. Tidak ada sesuatu yang mengalir
dari leher rahim, dan vulva terasa kering. Tidak ada yang dirasakan dan tidak
ada yang tampak. Pengamatan ini dicatat dengan stiker warna hijau polos atau
simbol
(Gambar 3).
Gambar 3.- Pola Dasar Tidak Subur (PDTS). Keadaan kering pada vulva. Sel-sel sperma
tidak mungkin memasuki rahim karena leher rahim tertutup oleh gumpalan lendir yang
kental dan pekat
|
 |
| Stiker |

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|
|
|
|
|
| Simbol |

|

|

|

|

|

|

|

|

|

|
|
|
|
|
| Rasa
Sifat
Lendir |
basah |
basah |
basah |
lengket |
kering |
kering |
kering |
kering |
kering |
kering |
|
|
|
|
Setelah hubungan seksual, mengalir cairan sperma dari dalam vagina yang dapat
berlangsung sampai 24 jam dan vulva terasa basah.
Cairan sperma itu tidak
lagi mengandung sel-sel sperma yang masih hidup. Bila leher rahim mencegah
sel-sel sperma memasuki rahim, maka sel-sel sperma itu akan dihancurkan dalam
vagina setelah 1 atau 2 jam. |